Well, tulisan gw bikin setelah gw liat TVOne. Di salah satu acaranya, ada yang bahas tentang budaya-budaya Indonesia yang ternyata disukai di Jepang (di liputannya adalah dangdut). Jadi keinget kata-kata dosen gw di kelas PSSR. Beliau pernah bilang, "Jangan terlalu bangga kalau orang asing belajar budaya kita. Karena, mungkin ga suatu saat nanti kita pengen belajar budaya itu ke mereka?". Emang sih, sekarang belum kerasa, tapi menurut gw ini harus mulai dipikirkan.
Merujuk ke liputan itu, orang-orang Jepang (memang masih belum sangat banyak) cukup menyukai musik yang bisa dikatakan "khas" Indonesia, yaitu dangdut. Ya, memang diantara penikmat J-Dangdut itu ada warga Indonesia yang bermukim di Jepang juga. Namun, bukan tidak mungkin lebih banyak masyarakat Jepang bakal menggandrungi dangdut dan lebih ngembangin dangdut itu sendiri.
Sekarang, bagaimana di Indonesia? Gw secara pribadi ngeliat banyak budaya Indonesia yang terpinggirkan, kalah dengan "budaya" asing. Well yes, gw sendiri emang bukan (belum sepenuhnya) pecinta budaya lokal. Tapi gw pengen memupuk itu. Kita liat sekarang, fakta dari judul yang gw tulis itu udah ada. Apa itu? Kalo seseorang pengen serius mendalami Sastra Sunda, mereka masih bisa mendapat gelar sarjana di Indonesia. Tapi kalo mau ngambil master di bidang Sastra Sunda? Belajarlah ke Belanda. Ironis.
Sekarang, cukup banyak juga mahasiswa asing yang datang ke Indonesia dan belajar seni-seni tradisional. Membanggakan? Ya. Karena artinya budaya kita diakui dan disukai. Namun, seperti kata dosen saya, mungkin suatu saat kita harus belajar ke mereka untuk mengenal budaya kita. Dan menurut gw pribadi, kemungkinan itu sangat ada. Karena sekarang budaya-budaya tradisional tengah "terjajah" dengan "budaya" asing yang terlihat sangat amat "keren" di mata anak muda. Jadi, inilah waktunya buat kita, pemuda, untuk (minimal) lebih mengapresiasi budaya yang kita punya sebelum kita harus jauh-jauh bSelajar ke negeri asing hanya untuk belajar budaya yang sebenarnya budaya kita sendiri. :)
0 comments:
Post a Comment